Merauke – Kabarlagi.id. Di tengah hembusan angin Ramadan yang mulai terasa, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, S.Pd, berdiri di halaman Masjid Al Munawaroh, Pondok Pesantren Al-Munawaroh cabang Kampung Mimi Baru, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke. Rabu (11/03/2026).
Ia tak hanya bersilaturahmi. Ia menyampaikan pesan tegas kepada ratusan warga yang hadir: antarkan anak-anak ke pesantren.
Paskalis menegaskan, zaman telah berubah. Upaya orangtua membimbing anak secara konvensional sering berakhir sia-sia.
“Saya rekomendasikan pasti gagal, karena di zaman ini bukan waktunya lagi orangtua membimbing anak. Kini, tempat-tempat yang layak ada di ponpes,” tegas Paskalis Imadawa.
Ia menggambarkan kontras yang mencolok: orangtua berpikir satu cara, sementara anak-anak sudah berpikir seribu cara. Jika harapan terhadap akhlak dan moral generasi muda ingin terwujud, solusinya sederhana—pesantren.
“Salah satu anak-anak dari Ponpes ini pasti kedepan bakal menjadi seorang pemimpin di masa mendatang,” ujarnya dengan keyakinan.
Paskalis melihat Pondok Pesantren Al-Munawaroh bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia menyebutnya sebagai cikal bakal, sepercik cahaya bagi Provinsi Papua Selatan. Santri dan santriwati di sini, kelak, akan menjadi sinar bagi keluarga, teman sekelas—bahkan hingga jenjang perguruan tinggi. Pendidikan di pesantren, menurutnya, membentuk akhlak, budi pekerti, sikap, perilaku, serta ketakwaan kepada Allah SWT secara utuh.
Sambil menyampaikan makna puasa Ramadan, Paskalis merinci tiga inti ibadah. Pertama, puasa sebagai sarana bertaqwa—menjauhi larangan dan melaksanakan perintah Allah. Kedua, bukan hanya menahan lapar, melainkan mengendalikan hawa nafsu agar ucapan dan perbuatan mendatangkan ridha Ilahi. Ketiga, membangun empati mendalam terhadap kaum miskin, duda, janda, yatim piatu, serta lansia.
“Kita harus buka pintu hati dan rumah serta dompet pun harus dibuka membantu orang susah, berbagi kasih, sedekah kepada sesama yang susah,” ungkap mantan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Selatan itu.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas lintas perbedaan. Islam, katanya, tak memandang warna kulit atau bentuk rambut. Yang terpenting adalah membangun empati dan persaudaraan. Momentum Safari Ramadan ini, lanjut Paskalis, menjadi ajang menguatkan tali silaturahmi antara ulama dan umara, serta menjalin kerjasama yang kokoh.
Di akhir sambutan, ia menyentil kondisi keuangan Pemprov Papua Selatan yang tengah minim. Hal itu membuat bantuan kepada lembaga keagamaan menjadi sulit. Namun, semangat berbagi tetap ia dorong. Usai berbicara, Paskalis secara simbolis menyerahkan sembako kepada perwakilan santri dan santriwati.
“Mari melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik, semoga amal ibadah ini dapat membawa berkah bagi kita semua,” pungkas Wagub Paskalis Imadawa. (Rizki)

