Jakarta — Kabarlagi.id Majelis Ulama Nusantara (MUN) bersama Barisan Ksatria Nusantara (BKN) menggelar Istighotsah Kubro sebagai bentuk doa bersama untuk perdamaian dunia, kemenangan Iran, serta solidaritas atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (4/4/2026).malam ini digelar di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama serta masyarakat. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh seperti Gus Rofi’i, KH Alawi Al Bantani, Gus Ali Rahman, TB Mugi, dan KH Rakhmad Zailani Kiki.

Kecaman atas Serangan dan Doa untuk Syuhada
Acara dibuka oleh Gus Rofi’i selaku Ketua Umum BKN. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah tersebut adalah dalam rangka menjaga perdamaian, bukan untuk terlibat dalam konflik.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dibacakan doa untuk Ayatollah Ali Khamenei serta para syuhada yang gugur dalam berbagai konflik.
Istighotsah dan Refleksi Keagamaan
Rangkaian istighotsah dipimpin oleh Gus Ali Rahman, yang mengajak seluruh jamaah untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar konflik global segera mereda dan umat Islam diberikan keselamatan.
Suasana berlangsung khidmat, dengan lantunan doa dan dzikir yang diikuti oleh seluruh peserta.
Diskusi Sejarah: Persia dan Nusantara
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi sejarah dan budaya. TB Mugi dalam pemaparannya menjelaskan hubungan erat antara Persia dan Nusantara.
Ia menyampaikan bahwa banyak tokoh penyebar Islam di Indonesia, termasuk Wali Songo, memiliki keterkaitan dengan garis keturunan Imam Husain.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Islam di Nusantara berkembang melalui jaringan global yang luas, serta memperkuat persaudaraan lintas bangsa baik secara spiritual maupun historis.
Meluruskan Sejarah dan Identitas
Dalam diskusi tersebut juga dibahas tokoh Zulkarnain yang dalam tradisi Melayu sering dikaitkan dengan leluhur raja-raja.
Sebagian pendapat menghubungkannya dengan Alexander the Great, namun ada pula kajian yang mengaitkannya dengan Cyrus the Great.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa sejarah adalah bidang yang terus berkembang dan perlu dikaji secara kritis.
Pesan Waspada terhadap Fitnah
Para pembicara juga mengingatkan umat Islam agar waspada terhadap berbagai fitnah di akhir zaman, terutama klaim-klaim palsu terkait nasab atau keturunan Nabi.
Ditekankan bahwa ukuran utama kemuliaan dalam Islam adalah ketakwaan, bukan sekadar garis keturunan.
Sementara itu, KH Alawi Al Bantani dalam ceramahnya menyoroti peran besar bangsa Persia dalam sejarah peradaban Islam.
Ia menjelaskan bahwa pada masa kekhalifahan Abbasiyah, Persia menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dunia, melahirkan banyak ulama, ilmuwan, dan pemikir besar.
Menurutnya, hal ini menjadi salah satu faktor mengapa wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam dinamika geopolitik hingga saat ini.
Seruan BKN Persatuan dan Perdamaian
Kegiatan Istighotsah Kubro ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan umat Islam serta menyerukan perdamaian dunia.
Para tokoh yang hadir berharap agar konflik global dapat segera berakhir, serta umat Islam tetap berpegang pada nilai-nilai keimanan, ilmu, dan persaudaraan.(Djo)