Asmat – Kabarlagi.id. Ratusan warga Kampung Warse mengarak hingga memikul Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo di atas perahu kayu saat menggelar kunjungan kerja di Kabupaten Asmat pada Sabtu, (01/08/2026). Bersama Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, rombongan diangkut di atas bahu masyarakat menuju lokasi pertemuan setelah sebelumnya dikawal armada perahu tradisional.

Perairan di sekitar Distrik Jetsy sudah riuh sejak pagi hari. Ratusan perahu kayu tradisional mengepung speedboat yang membawa rombongan provinsi. Warga berdiri tegak sembari mengayuh dayung dengan irama konstan di sisi kiri dan kanan kapal, mengawal para pemimpin mereka hingga merapat di tepian kampung.

Setibanya di daratan Warse, penyambutan berlanjut dengan tradisi lokal. Apolo dan Thomas dipersilakan menaiki salah satu perahu kayu. Tanpa aba-aba panjang, ratusan pasang tangan bergotong-royong mengangkat beban kayu tersebut ke atas bahu, lalu memikulnya menyusuri lorong pemukiman warga hingga tiba di lokasi tatap muka.

Di hadapan masyarakat yang berkumpul, Apolo memaparkan perjalanan panjang Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru. Sejak dimekarkan pada 2022, wilayah ini terus berbenah mengejar ketertinggalan melalui masa persiapan hingga menjadi daerah definitif.

“Sudah satu tahun Papua Selatan masuk pemerintahan definitif,” ujar Gubernur Apolo di hadapan masyarakat.

Kehadiran provinsi baru ini, tegas Apolo, wajib menjadi mesin penggerak percepatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan sarana prasarana di wilayah pelosok kini diprioritaskan agar aksesibilitas masyarakat kian terbuka.

Pembangunan fisik jalan dan bangunan tidak berdiri sendiri. Di tengah dialog tersebut, Apolo menitipkan pesan agar para orang tua di Kampung Warse tidak abai terhadap masa depan generasi muda. Ia meminta seluruh anak di kampung tersebut mengecap pendidikan setinggi mungkin agar siap bersaing di masa depan.

Kunjungan ke pedalaman Asmat ini berlangsung setelah Apolo meresmikan sarana vital pada hari sebelumnya. Rombongan menyerahkan hibah dermaga dan terminal penyeberangan Ewer-Agats di Kali Aswet pada Jumat, 31 Juli 2026. Infrastruktur ini menjadi urat nadi utama menuju Lapangan Terbang Ewer melalui akses jalan KAMSA. (Rizki)