Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Jaga Integritas Abdi Negara Gubernur Papua Selatan Gembleng Kedisiplinan ASN

PenulisRizki Saputra
Dipublikasikan

Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, melepas empat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purnabakti dalam suasana apel gabungan di halaman Kantor Gubernur, Senin, (6/7/2026). Momentum ini dimanfaatkannya untuk memberikan peringatan keras soal kedisiplinan dan evaluasi kinerja bagi pegawai yang masih aktif bertugas.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun serta piagam penghargaan dilakukan langsung oleh Apolo di sela-sela barisan pegawai. Di hadapan seluruh peserta apel, ia menekankan bahwa integritas seorang abdi negara tidak bisa ditawar.

“Kedisiplinan nafas ASN dalam melaksanakan tugas dan panggilan, karya-karya pengabdian, dan pelayanannya kepada bangsa, negara dan masyarakat, ” ungkap Apolo.

Menurut Apolo, performa seorang pegawai tidak bisa dinilai secara abstrak. Ia menetapkan kehadiran sebagai indikator fundamental sebelum melihat capaian lainnya. Jika kehadiran saja sudah bermasalah, maka parameter kinerja yang lain dianggap gugur secara otomatis.

“Kita harus mengukur parameter tingkat kehadiran dulu baru bisa mengukur parameter yang lain, ” tegasnya.

Ia menyoroti fenomena pegawai yang hanya mementingkan absensi formalitas tanpa benar-benar berada di tempat kerja selama durasi yang ditentukan. Apolo meminta seluruh ASN menaati jam masuk dan pulang kerja dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan kita hanya hadir hanya sekedar untuk mengisi daftar hadir, ” tegas mantan Rektor Universitas Cenderawasih tersebut.

Setelah urusan kehadiran tuntas, barulah pemerintah akan menakar produk yang dihasilkan. Apolo mengingatkan bahwa setiap pekerjaan harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan memicu pertumbuhan daerah.

Di sisi lain, pelepasan empat ASN yang purna tugas menjadi momen emosional. Apolo memandang pensiun bukanlah garis finis bagi pengabdian seseorang kepada negara, melainkan sekadar perpindahan ladang pengabdian.

“Kepada para ASN yang memasuki pensiun/purnabakti, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi yang setinggi-tingginya, ” ujarnya.

Ia meyakini dedikasi para pensiunan tetap hidup meski tidak lagi mengenakan seragam resmi. Semangat pengabdian tersebut diharapkan terus berlanjut di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Masa pensiun bukan akhir dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara melainkan babak baru melaksanakan tugas-tugas, tanggung jawab, karya bakti dan pelayanan dalam tugas dan panggilan lain, ” lanjut Apolo.

Beralih ke urusan birokrasi, Apolo mengingatkan bahwa masa kerja kini telah memasuki triwulan ketiga. Ia meminta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat mengevaluasi realisasi anggaran dari periode sebelumnya.

Ia menemukan adanya ketimpangan data antara pekerjaan di lapangan dengan laporan di sistem aplikasi. Ada kegiatan yang sudah tuntas dikerjakan, namun belum dilaporkan sehingga penilaian kinerja menjadi rendah.

“Dari evaluasi yang dilakukan, hal-hal apa yang belum diselesaikan pada triwulan satu dan dua segera ditindak lanjuti, ” tegasnya.

Apolo berharap sisa waktu di triwulan ketiga dan keempat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merampungkan seluruh program pembangunan yang sudah direncanakan.

“Mari terus bersama menjaga kedisiplinan, kebersamaan, dengan menciptakan iklim suasana kerja yang kondusif agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya, “tutup Apolo. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top