Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Kabupaten Merauke mengambil langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan bagi Orang Asli Papua (OAP). Melalui pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (DKPPH) menggelar pelatihan intensif pengelolaan kebun pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta manajemen ternak unggas.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini resmi dibuka pada Rabu, (08/07/2026) dengan prosesi pemukulan tifa. Agenda ini bertujuan mentransformasi lahan pekarangan menjadi sumber protein hewani dan nabati yang berkelanjutan bagi keluarga OAP.
Plt. Kepala Bapperida Merauke, Benhur Rentadatu, dalam arahannya meminta para peserta meniru semangat lima warga dari Wasur yang sukses memproduksi gerabah setelah mendapatkan pendampingan. Ia berharap keberhasilan serupa terjadi di sektor pangan.
“Dan Ibu, semangat! Digeluti dengan baik. Kemarin kami coba hadirkan teman-teman dari Jogja untuk mendampingi lima namek yang ada di Wasur sana untuk membuat gerabah. Puji Tuhan sudah ada hasil, nanti perdananya mereka pameran pada HUT Merauke ke-181. Supaya gerabah tidak hanya kita dapatkan di Jogja, kita bisa dapatkan di Wasur juga. Ini contoh sederhana, ” ujar Benhur.
Benhur menekankan bahwa pemerintah akan mengawal program ini mulai dari hulu hingga hilir, termasuk dalam urusan pemasaran produk hasil tani dan ternak.
“Kesempatan emas ini gunakan dengan baik. Nanti cara untuk memasarkan, itu tugas dinas. Kami di Bappeda mengawal ini agar benar-benar teralokasi dengan baik dalam rangka penguatan kapasitas Bapak dan Ibu kelompok binaan. Kami akan pastikan melalui monitoring, berapa yang dilatih, berapa yang berhasil, dan berapa yang tumbuh bergerak, ” tegas Benhur.
Di sisi lain, sektor peternakan menjadi tumpuan utama dalam pelatihan ini. Para peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung budi daya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan ayam Jowo Super (Joper). Kedua jenis unggas ini dikenal produktif dan adaptif dengan iklim lokal Merauke.
Kepala DKPPH Merauke yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten II Bupati, Martha Bayu Wahyuni Wijaya, memberikan apresiasi besar kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan peternak yang hadir. Menurutnya, mereka adalah pahlawan ekonomi yang menjaga Merauke tetap stabil dari ancaman inflasi.
“Merauke adalah parameter inflasi Provinsi Papua Selatan. Hadirnya KWT-KWT ini, secara tidak langsung, turut menekan inflasi di Kabupaten Merauke. Jaga pangan, jaga masa depan, ” ungkap Martha.
Selain manajemen pemeliharaan ayam, peserta dibekali keterampilan membuat mesin tetas telur secara mandiri. Hal ini bertujuan agar kelompok peternak tidak lagi bergantung pada pasokan bibit dari luar dan bisa menjamin keberlangsungan produksi telur serta daging ayam di kampung masing-masing.
Martha mengingatkan bahwa keberlanjutan program adalah syarat mutlak bagi pemberian bantuan atau pengembangan usaha di tahun-tahun mendatang.
“Terkait keberlanjutan, kita tidak ingin melihat kegiatan tahun 2026 ini, nanti di tahun 2027 kandang ayam itu tinggal kandangnya, tidak ada isinya. Pengembangan itu selalu ada jika kelompok berhasil. Ini suatu tantangan, ” tandas Martha.
Guna mendukung kesuksesan para peserta, DKPPH Merauke berkomitmen penuh untuk menyediakan kebutuhan bibit unggas unggulan serta bibit tanaman. Dengan intervensi dana Otsus yang tepat sasaran, pemerintah optimis kesejahteraan masyarakat OAP akan meningkat seiring dengan kuatnya ketahanan pangan berbasis protein hewani di ujung timur Indonesia. (Rizki)

