Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melakukan kunjungan kerja ke Kampung Kaptel, Distrik Kaptel, Kabupaten Merauke, Sabtu (11/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerap aspirasi warga sekaligus memaparkan arah kebijakan pembangunan pemerintah provinsi.
Tidak hanya warga Kampung Kaptel, pertemuan ini juga dihadiri oleh masyarakat dari Kampung Ihalik dan Kampung Kwemsik. Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan daftar permohonan bantuan secara tertulis, yang mencakup dua unit motor viar roda tiga, satu unit mobil terbuka, serta satu unit speedboat.
Menanggapi permohonan tersebut, Apolo Safanpo menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk memberikan bantuan. Di hadapan warga, ia menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah terbagi dalam dua sektor utama yang saling menunjang, yakni pembangunan fisik serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kita mau bangun gedung SDM tapi tidak ada sekolahnya, tidak ada peralatannya, dan fasilitasnya maka tidak bisa kita bangun pendidikan,” kata Apolo.
Ia menambahkan, ketergantungan antara sektor fisik dan pelayanan dasar juga berlaku pada bidang kesehatan. “Demikian juga dengan layanan kesehatan, kita mau beri bantuan pengobatan dan perawatan, kalau tidak ada rumah sakit, klinik, Puskesmas, Pustu, tidak ada alat kesehatan (alkes) tidak bisa juga,” ujarnya.
Apolo menekankan bahwa sarana transportasi menjadi kunci agar layanan pemerintah dapat menjangkau wilayah pelosok secara optimal. Tanpa infrastruktur yang memadai, pemerintah akan menghadapi kesulitan saat hendak memberikan layanan kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi kepada warga di kampung-kampung.
“Pemerintah mau datang ke kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian dan lainnya kepada masyarakat, namun mengalami kendala, mengalami kesulitan, dan mengalami masalah,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Apolo menegaskan pemerintah saat ini tengah memprioritaskan pembangunan sarana transportasi baik darat, laut, sungai, maupun udara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi ini adalah syarat mutlak bagi pemerintah untuk bisa hadir di tengah masyarakat yang berada di lokasi sulit dijangkau. (Rizki)


