Figur News

Gus Rofi’i Serukan Perang Total Melawan Modus Baru Narkoba Siap Hadir di Seminar Narkoba oleh RMI NU Jakarta

Jakarta – Kabarlagi.id Situasi darurat narkoba di Indonesia kembali memasuki babak yang semakin mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap adanya modus baru peredaran narkoba yang kini disusupkan ke dalam cairan rokok elektrik atau liquid vape. Cara ini dinilai jauh lebih sulit terdeteksi dan secara masif menyasar kalangan anak muda.

Fenomena ini menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat, termasuk Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama yang dalam waktu dekat akan menggelar Seminar Vape dalam Bahaya yang akan di gelar pada Jumat 17 April 2026 mendatang bertempat di Kantor PWNU II Jakarta Selatan.Organisasi yang dipimpin oleh Rakhmad Zailani Kiki ini berkomitmen memperkuat peran pesantren sebagai benteng moral generasi muda.

Seminar tersebut rencananya akan menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Suyudi Ario Seto, yang akan memaparkan perkembangan terbaru peredaran narkoba serta strategi penanggulangannya.

Sorotan tajam datang dari Gus Rofi’i, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), yang menegaskan bahwa kondisi ini bukan lagi sekadar ancaman, melainkan sudah masuk kategori darurat nasional.

“Ini bukan lagi sekadar penyalahgunaan, tapi sudah menjadi bentuk serangan sistematis terhadap masa depan bangsa. Modus vape ini sangat berbahaya karena menyasar anak-anak muda dengan cara yang tampak ‘normal’,” tegas Gus Rofi’i.dalam keterangannya Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial. Data BNN menunjukkan penyalahgunaan narkoba berkontribusi pada menurunnya prestasi belajar, rusaknya hubungan keluarga, hingga meningkatnya angka kriminalitas.

Gus Rofi’i juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman ini. Ia menyatakan bahwa BKN siap berdiri di garda terdepan bersama BNN dan RMI NU DKI Jakarta untuk melakukan edukasi, pencegahan, dan gerakan moral di tengah masyarakat.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama ulama, aparat, dan masyarakat. Jika tidak, kita akan kehilangan satu generasi,” ujarnya dengan nada tegas.

Seminar yang akan digelar ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran publik serta merumuskan langkah konkret dalam menghadapi bahaya narkoba yang kian berkembang dengan berbagai modus baru.

Dengan meningkatnya ancaman ini, pesan yang disampaikan jelas: perang melawan narkoba tidak bisa ditunda lagi dan generasi muda Indonesia adalah yang paling dipertaruhkan.(Djo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version