Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

Figur · 8 Nov 2025 17:10 WIT ·

Pemerintah Diminta Tak Tergesa-gesa Tetapkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional


					Pemerintah Diminta Tak Tergesa-gesa Tetapkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional Perbesar

Jakarta – Kabarlagi.id Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam mempertimbangkan usulan penetapan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional. Ia menilai keputusan tersebut perlu dilakukan dengan sikap arif, kritis, dan mempertimbangkan aspek keadilan sejarah.

Menurut Gus Syaifuddin, pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional harus menimbang secara objektif antara jasa besar Soeharto terhadap pembangunan bangsa dan catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi selama masa pemerintahannya.

“Kita perlu berhati-hati. Jangan sampai langkah ini justru memunculkan perpecahan di masyarakat. Negara sebaiknya menuntaskan dulu berbagai persoalan keadilan bagi korban pelanggaran HAM sebelum memberikan penghargaan sebesar itu,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Gus Syaifuddin juga menyoroti bahwa pada masa pemerintahan Orde Baru, kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak berada dalam posisi yang menguntungkan karena menghadapi tekanan politik dan pembatasan ruang gerak. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari sejarah yang tidak boleh diabaikan.

Ia menekankan, pemerintah perlu lebih selektif dan mendengarkan berbagai pandangan masyarakat serta para tokoh bangsa dalam menentukan gelar pahlawan nasional, agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan semangat persatuan dan keadilan.

“Menghormati jasa pemimpin terdahulu itu penting, tapi mengakui adanya luka sejarah juga bagian dari kedewasaan bangsa. Kita harus bijak agar keputusan ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” pungkasnya.**

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment