Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Sekda Papua Selatan Dorong Mahasiswa Mappi Jadi Aktor Perubahan

PenulisRizki Saputra
Dipublikasikan
Merauke – Kabarlagi.id. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menantang para intelektual muda asal Kabupaten Mappi untuk melampaui peran sekadar aktivis kritis. Ia mendorong Himpunan Mahasiswa Mappi menjadi motor inovasi dan aktor perubahan nyata dalam mempercepat pembangunan daerah menuju kesejahteraan.

Pesan tersebut ditegaskan Ferdinandus saat menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Mappi di ruang rapat Sekda Kantor Gubernur Papua Selatan pada Senin, (06/07/2026). Ia memandang organisasi mahasiswa harus menjadi wadah pemersatu seluruh suku dan latar belakang akademik untuk melahirkan solusi bagi daerah asal.

“Bersama pemerintah mari kita membangun Mappi menuju sejahtera,” tegas Ferdinandus Kainakaimu saat memberikan arahan di hadapan para mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa harus mampu menyalurkan aspirasi secara elegan sembari mengembangkan potensi kepemimpinan dan karakter. Bagi Ferdinandus, langkah strategis pertama yang harus dilakukan adalah menghidupkan organisasi melalui penguatan legalitas, termasuk penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Setelah legalitas kuat, Ferdinandus meminta pengurus terpilih segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Pembangunan basis data (*database*), aktivasi sekretariat bersama, hingga pengelolaan media sosial dipandang sebagai instrumen penting untuk menjalin kemitraan dengan pihak luar.

“Mahasiswa Mappi bukan hanya harus kritis, tapi juga produktif dalam berkarir dan hadir sebagai pusat lahirnya inovasi bagi Kabupaten Mappi,” jelas Ferdinandus.

Terkait program kerja, Sekda memaparkan sejumlah sektor krusial yang bisa digarap secara mandiri. Di bidang pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu membangun rumah belajar serta aktif mencari peluang beasiswa di luar skema pemerintah daerah. Sementara di bidang ekonomi, mereka didorong menjadi inkubator bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemasaran digital.

Persoalan kesehatan, khususnya penanganan stunting, juga menjadi perhatian serius. Ferdinandus mengajak para mahasiswa turun langsung ke kampung-kampung untuk memberikan edukasi kesehatan. Langkah ini dinilai sebagai proses penggemblengan diri agar mahasiswa lebih siap dan tahan banting saat memasuki dunia kerja di pemerintahan nantinya.

“Bidang budaya, ada festival Mappi. Ini program kerja nyata yang bisa dilakukan oleh mahasiswa,” ujar Ferdinandus memberi contoh.

Selain itu, ia menyarankan adanya gerakan mahasiswa peduli kampung yang meliputi pembersihan lingkungan serta pelatihan komputer dasar bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Ferdinandus meyakini, melalui aksi nyata seperti pendampingan UMKM dan edukasi di tingkat kampung, mahasiswa Mappi akan memiliki nilai tambah dan tampil beda dibandingkan kelompok mahasiswa lainnya. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top