Merauke – Kabarlagi,id. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke mulai mengarahkan fokus pencegahan HIV/AIDS ke kelompok usia produktif dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) lewat pemanfaatan platform media, Jumat, (2/10/2026).
Arah kebijakan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi kinerja bulanan yang dipimpin langsung Ketua Harian KPA Merauke, Dr. Hj. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H.. Agenda evaluasi itu turut dihadiri Sekretaris Sudarmi, S.H., Kepala Program Wuryanto, anggota Litbang dr. Inge Silvia, serta jajaran pengurus.
Konsolidasi internal ini mematangkan agenda jangka pendek KPA Merauke. Kerja sama disiapkan matang. Tahapan awal difokuskan pada peninjauan program kerja bersama mitra lembaga.
“Terkait dengan program kerja kita, kegiatan yang dalam jangka waktu dekat harus dilakukan adalah duduk bersama dengan mitra,” ujar Fauzun.
Fokusnya memang kalangan muda. Jalur penyuluhan tatap muka di lingkungan sekolah terus dipertahankan melalui program yang berjalan selama ini.
“Sosialisasi di SMA-SMA, KomPAS tetap masih berjalan terus. Sasaran kita sekarang pada populasi anak-anak sekolah,” paparnya.
Pihak KPA tidak melangkah sendirian saat masuk ke sekolah. Para pemangku kepentingan dirangkul agar penyampaian materi pencegahan mendapat dukungan sosial yang kuat.
” _Stakeholder_ itu yang diundang juga tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat. Kalau bisa kita sekaligus sosialisasi,” tambahnya.
Agenda edukasi tersebut dirancang beriringan dengan persiapan peringatan Hari AIDS Sedunia pada Selasa, 1 Desember 2026. Pendekatan kreatif dipersiapkan agar materi edukasi lebih akrab bagi pelajar.
“Tanggal 1 Desember itu sebagai Hari AIDS Internasional, di antaranya kita akan buat lomba TikTok untuk anak-anak,” imbuhnya.
Selain agenda lapangan, KPA Merauke membenahi pola publikasi di kanal daring. Tim media sosial didorong aktif mengabarkan seluruh aktivitas lembaga kepada masyarakat.
“Selama ini kami melihat media itu sangat penting. Intinya setiap kegiatan apa pun KPA harus di- _share_ .,” tutur Ketua Harian.
Makanya, pengelola media sosial diarahkan memusatkan publikasi ke platform yang paling sering dibuka warga Merauke, terutama Facebook dan Instagram, agar jangkauan pesan pencegahan tidak mandek di laporan tertulis semata. Pilihan jatuhnya ke video maupun desain menarik.
“Karena masyarakat kita lebih banyak Facebook ya, mungkin Facebook sama Instagram saja yang dimaksimalkan. Kegiatan-kegiatan juga jangan monoton hanya berita, mungkin ada video sedikit juga ditampilkan biar orang tidak bosan,” jelasnya.
Ketua Harian KPA Merauke menegaskan pembenahan saluran komunikasi digital tersebut bertumpu pada tujuan penyelamatan masyarakat dari penularan virus.
“Tentu dengan semangat dan visi-misi yang sama untuk penyelamatan saudara-saudara kita pastinya,” tegasnya.
Tantangan dana tetap membayangi. Meski begitu, kerja pencegahan di lapangan dituntut tetap tertib melalui koordinasi antarbidang yang solid.
“Kita ini lembaga yang besar. Kita semua memang harus fokus dan saling mengingatkan. Namanya kita pejuang, jadi tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri,” ucapnya.
Fauzun memastikan kendala biaya tidak boleh mematahkan rencana program yang telah disusun bersama pengurus.
“Program kita, walaupun mungkin keterbatasan dana, kita tetap upayakan untuk berjalan sebaik-baiknya. Tentunya ada kerja sama, koordinasi, akurasi, pembenahan untuk membantu kita melangkah maju,” pungkas Fauzun. (Rizki)












