Oleh : Masdjo Arifin – Founder Budayantara Media Digital Nusantara – (BMDN)
Jakarta, — Kabarlagi.id Mungkin, untuk sementara waktu, istilah “Macan Putih dari Jakarta Selatan” adalah julukan yang paling tepat disematkan kepada DPC Partai Rakyat Indonesia (PRI) Jakarta Selatan. Bukan karena ingin menunjukkan keganasan, melainkan karena ada keberanian, keteguhan, dan sikap untuk tetap berdiri ketika ruang perjuangan mulai dipertanyakan.
Hari ini bukan sekadar momentum silaturahmi. Ini adalah titik penting untuk melihat kembali sejauh mana potensi, ruang gerak, dan keberanian setiap personal dapat disatukan dalam satu tekad: membangun perjuangan yang nyata, jujur, dan berpihak kepada rakyat.
Mereka datang bukan hanya membawa nama, jabatan, atau latar belakang keahlian masing-masing. Mereka datang membawa pengalaman, kegelisahan, gagasan, sekaligus harapan bahwa politik tidak berhenti pada slogan.
Sebab dalam politik praktis, terlebih dalam sebuah partai politik, ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan: logika dan logistik. Keduanya harus berjalan seimbang. Namun, ada potret yang berbeda ketika seseorang masuk ke dalam sebuah gerbong organisasi tingkat cabang yang memiliki kapasitas dan visi perjuangan berskala nasional.
Di situlah karakter diuji.
Apakah organisasi hanya menjadi kendaraan kepentingan? Ataukah benar-benar menjadi ruang untuk mengabdikan kemampuan, pikiran, jaringan, dan keberanian demi perubahan?
Pesan yang lahir dari silaturahmi politik ini sebenarnya sederhana, tetapi sangat tegas:
“Jangan ajarkan kami teori tentang loyalitas dan perjuangan atas nama rakyat.”
Loyalitas bukan sekadar kata yang diucapkan ketika suasana sedang nyaman. Perjuangan juga bukan sekadar narasi yang indah ketika berada di atas panggung.
Loyalitas harus dibuktikan dengan sikap. Perjuangan harus terlihat melalui tindakan.
Kesadaran itu tumbuh dari kegelisahan masing-masing personal yang merasa bahwa perubahan tidak akan pernah lahir jika masyarakat hanya menjadi penonton. Ada keinginan untuk mengambil bagian, bergerak, dan menghadirkan perubahan yang nyata bukan perubahan yang dibungkus drama, trik, maupun intrik.Kami tidak sedang mencari panggung. Kami sedang mencari ruang untuk berbuat.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah kejujuran. Bahasa yang jujur dalam setiap kepentingan. Komunikasi yang terbuka dalam setiap persoalan. Dan perlakuan yang adil kepada setiap orang yang telah memilih untuk berjalan bersama.
Tidak ada perjuangan yang besar jika dibangun di atas kepura-puraan.
Tidak ada organisasi yang kuat jika loyalitas hanya dituntut, tetapi penghargaan dan kejujuran tidak diberikan.
Dan tidak ada perubahan yang berarti jika rakyat hanya dijadikan jargon.
Macan Tidak Selalu Mengaum
“Macan Putih dari Jakarta Selatan” mungkin tidak selalu mengaum. Ada saatnya diam, mengamati, membaca keadaan, dan menghitung langkah.
Namun diam bukan berarti lemah.
Istirahat bukan berarti menyerah.
Justru dalam diam, sebuah kekuatan sedang mengumpulkan energi untuk menentukan arah langkah berikutnya.
Di dunia politik, pertarungan bukan selalu tentang siapa yang paling keras bersuara. Kadang, pertarungan sesungguhnya adalah tentang siapa yang mampu mempertahankan prinsip ketika kepentingan mulai datang menggoda.
Maka ketika waktunya tiba, Macan Putih akan kembali berdiri.
Bukan untuk mencari musuh.
Bukan pula untuk menciptakan konflik.
Tetapi untuk memastikan bahwa perjuangan yang telah dibangun tidak kehilangan arah.
Rumusnya sederhana: siap menghadapi risiko, siap menang, dan siap menerima konsekuensi dari setiap pilihan dengan tetap mengedepankan kearifan dan kebijaksanaan.
Sebab bagi mereka, politik bukan sekadar permainan kekuasaan.
Politik adalah keberanian mengambil posisi.Politik adalah keberanian menyuarakan kegelisahan.
Dan politik adalah keberanian untuk mengatakan “cukup” ketika rakyat kembali hanya dijadikan objek kepentingan.Hari ini mungkin Macan Putih sedang beristirahat.Tetapi jangan salah membaca diam sebagai kelemahan.
Karena ketika macan kembali bangkit, yang dibawanya bukan sekadar taring dan auman, melainkan tekad, persatuan, keberanian, dan keyakinan bahwa perjuangan untuk rakyat harus dilakukan dengan cara yang bermartabat.
Macan Putih dari Jakarta Selatan telah terbentuk.Kini tinggal menunggu waktu
kapan ia kembali mengaum.




