Merauke – Kabarlagi.id. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Peternakan IPB memperkenalkan inovasi pakan fermentasi berbahan ampas sagu dan dedak dalam Festival Kali Maro 2026 di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan, Kamis (1/10/2026). Tim akademisi tersebut memanfaatkan agenda budaya tahunan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat lokal mengenai optimalisasi limbah pangan menjadi pakan ternak bergizi.
Festival berlangsung hingga Senin, 5 Oktober 2026, di Kawasan Yonggo, Dusun Sirapu, Kampung Urumb. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pastor Andreas Fanumbi, Pr., bersama Yayasan Kali Maro Bangkit, dengan tema “Anim-Ha: The Living River Civilization of Marind”. Agenda adat dan seni tahunan tersebut bahkan terpilih dalam daftar 125 agenda unggulan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digarap Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Di tengah rangkaian lomba panahan tradisional dan balap dayung perahu, gerai IPB menerima kunjungan ramai dari peternak setempat. Tim kampus menghadirkan dua produk unggulan: konsentrat pakan fermentasi dari campuran ampas sagu dan dedak, serta ramuan jamu ternak berbasis herbal lokal.
Langkah ini menjawab permasalahan klasik peternak di wilayah timur, yaitu tingginya harga pakan pabrikan akibat biaya logistik.
Melalui demonstrasi langsung di stan pameran, mahasiswa dan peneliti memaparkan teknik pengolahan ampas sagu basah agar tidak cepat membusuk melalui fermentasi anaerob sederhana. Pengunjung diajak mengolah bahan baku yang selama ini terbuang di tepi hutan sagu menjadi ransum bernutrisi tinggi.
Tim tidak berhenti pada aspek pakan. Formulasi jamu herbal turut diperkenalkan untuk memperkuat daya tahan tubuh sapi dan babi peliharaan warga Semangga tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia yang mahal.
Respons masyarakat cukup positif. Banyak peternak berdiskusi secara mendalam mengenai takaran fermentasi yang tepat untuk ternak rumahan mereka. Kehadiran inovasi praktis ini diharapkan memberikan solusi nyata bagi kemandirian pakan di pesisir Merauke. (RED/SA)












